Showing posts with label Sarapan Pagi: Laut Sinaga:. Show all posts
Showing posts with label Sarapan Pagi: Laut Sinaga:. Show all posts

Wednesday, March 25, 2009

UTUSAN KRISTUS

Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 2 Korintus 5:20

Setiap kali Anda keluar rumah, Anda mewakili Kristus kepada mereka yang Anda jumpai. Anda mungkin berasumsi bahwa Anda hanya pergi kesekolah, ketempat kerja, atau pergi bersama teman-teman, namun Anda juga sedang dinas resmi untuk mewakili Raja Anda. Kitab Suci menunjukkan bahwa setiap umat Kristiani adalah utusan Allah kepada dunia yang mencari-cari. Duta-duta besar mewakili negaranya di luar negeri. Duta besar berbicara atas nama negaranya. Duta besar memberitahu orang lain bagaimana pandangan bangsanya tentang persoalan-persoalan tertentu. Jika orang ingin mengetahui adat istiadat suatu bangsa tertentu, mereka amati kehidupan duta besarnya.

Sungguh luar biasa bahwa Allah menunjuk kita untuk mewakili kerajaan-Nya. Namun Ia memang memilih untuk melakukan hal itu. Jika orang lain bertanya-tanya seperti apakah Allah itu, mereka tinggal bertanya kepada kita. Jika mereka ingin tahu bagaimana menghubungi Raja segala raja itu, kita seharusnya dapat menjelaskannya kepada mereka. Ketika orang-orang disekeliling kita mengamati cara hidup kita, seharusnya mereka menjadi jelas seperti apa kerajaan Allah itu. Jika seseorang yang kita kenal sedang terluka, seharusnya kita menjadi utusan Allah yang menyembuhkan. Jika orang-orang disekeliling kita memberontak terhadap Allah, seharusnya kita bersedia menolong mereka berdamai dengan-Nya.

Sama seperti Yesus menunjukkan seperti apa Allah itu ketika Ia hidup di bumi, sekarang Anda adalah perwakilan Allah dibumi, bagi dunia yang tidak tahu seperti apa Allah itu. Orang-orang mengamati hidup Anda. Laksanakanlah tugas Anda dengan penuh tanggung jawab dan wakililah Dia dengan baik.

Regards

Laut Sinaga

Tuesday, March 24, 2009

PENGHAKIMAN


Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. 2 Korintus 5:9-10

Pernahkah Anda tertangkap basah, melakukan sesuatu yang seharusnya tidak Anda lakukan? Ingatkah Anda akan rasa malunya? Ingatkah Anda akan saat-saat ketika Anda melakukan hal-hal yang Anda tahu keliru dan tidak ketahuan? Apakah Anda merasa bersalah? Rasul Paulus memperingatkan bahwa terlepas dari apakah dosa kita terungkap dalam hidup ini, tak seorangpun akan luput dari pengamatan Tuhan Yesus. Yesus memperingatkan para murid-Nya dengan sajat jelas: "Tidak ada sesuatupun yang tertutuup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang" (Lukas 12:2,3). Tak satupun luput dari perhatian Allah. Ia melihat bagaimana kita melewatkan setiap menit dalam setiap harinya.

Bagaimanakah seharusnya hal ini mempengaruhi hidup kita? Hal ini menyebabkan Paulus hidup takut akan Allah. ia bertekad untuk menjalani hidup yang demikian tidak bercacat agar ia tidak harus takut menghadapi Kristus pada hari penghakiman. Ia juga cepat mengakui dosa apapun dalam hidupnya agar Allah langsung menanganinya seketika itu juga, dan bukan pada hari penghakiman. Kita juga seharusnya hidup dengan kesadaran bahwa suatu hari kelak Allah akan meminta pertanggungan jawab kita atas hal-hal yang telah kita perbuat, baik ataupun buruk.

Adakah sesuatu dalam hidup Anda sekarang ini yang perlu Anda tuntaskan dengan Allah? Jika Anda tidak membuat segalanya benar dengan Allah sekarang, Anda tetap harus melakukannya nanti.

Regards

Laut Sinaga

KESANGGUPAN YANG BERASAL DARI ALLAH

Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 2 Korintus 3:5

Apakah terkadang Anda tidak yakin dapat melaksanakan apa yang Allah perintahkan kepada Anda? Apakah Anda memandang kepada diri sendiri dan menyimpulkan: Aku kan bukan seseorang yang bertalenta atau sarjana Alkitab. Aku kan tidak memenuhi syarat untuk melakukan apapun yang berarti demi Allah. Jika Anda berpikir seperti ini, Anda tidak memahami intinya. Tahukan Anda, bahwa kemampuan untuk membuat perbedaan dalam kerajaan Allah itu tidak pernah berasal dari kita sendiri, melainkan selalu berasal dari Allah.

Ambillah kehidupan Rasul Paulus sebagai contoh. Anda mungkin heran bagaimana seseorang dapat melaksanakan sedemikian banyak. Bagaimanakah ia memulai gereja-gereja baru dibanyak tempat pada hal ia menghadapi begitu banyak penentangan? Bagaimanakan ia mengadakan mukjizat itu? Bagaimanakah ia menemukan kekuatan untuk terus bertahan walaupun sudah sering dipukuli, kapalnya karam, dipenjara, dan menghadapi bahaya? Jawabannya, tentu adalah bahwa keampuannya itu berasal dari Allah. Bukannya Paulus itu mahluk gaib. Kekuatannya bukanlah dalam dirinya sendiri melainkan dalam hubungannya dengan Tuhan.

Demikian pulalah halnya, Allah tidak akan pernah meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang sulit dan membiarkan Anda mengupayakannya sendirian. Alasan mengapa Anda seharusnya yakin adalah bahwa apapun yang diminta Kristus untuk Anda laksanakan, Ia akan membimbing Anda kedalam suatu bidang pelayanan yang baik. Terimalah tugas-Nya dengan berani, karena Ia akan memungkinkan Anda untuk melaksanakan apapun yang diminta-Nya.

Regards

Laut Sinaga

Sunday, March 22, 2009

KESEMPATAN BESAR

Sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang. 1 Korintus 16 : 9

Jangan harap semua orang akan senang ketika Anda berusaha menjalani kehidupan Kristiani yang penuh dengan kemenangan. Demikian juga, jangan kaget jika tidak semua orang mendorong Anda untuk memelihara iman Anda. Terkadang jumlah orang yang menentang Anda itu sebanding dengan berapa banyak yang Anda laksanakan bagi Allah! Ketika melayani Allah, Anda harus terbiasa diberikan dorongan sekaligus ditentang. Hanya karena Anda sedang melaksanakan kehendak Allah tidak berarti bahwa Anda tidak akan menghadapi masalah. Justru sebaliknya.

Rasul Paulus bersukacita karena kesempatan baru yang menggembirakan terbuka baginya untuk melayani Tuhan. Namun, disaat yang sama, ada banyak yang menentangnya. Tampaknya selalu saja ada hal buruk setiap kali Paulus ingin melakukan kebaikan. Paulus memilih untuk memfokuskan perhatiannya kepada yang positif ketimbang kepada yang negatif. Jika ia terganggu oleh orang-orang yang mengritiknya, ia pasti akan melewatkan hal-hal menggembirakan yang Allah ingin ia laksanakan.

Berhati-hatilah untuk tidak pernah membiarkan orang-orang yang mengiritik Anda merampas sukacita melayani Allah. Akan selalu ada orang yang siap mengevaluasi hidup Anda. Mereka akan berasumsi bahwa mereka mengetahui motif-motif Anda. Mereka akan cepat menunjukkan kegagalan-kegagalan Anda. Jika Anda membiarkan diri diganggu oleh pandangan-pandangan mereka, Anda tidak akan dapat melihat hal-hal baik yang sedang dikaryakan Allah dalam hidup Anda. Timbanglah selalu pandangan-pandangan orang lain dengan Firman Allah. Konsentrasikanlah perhatian pada upaya menyenangkan Allah karena pandagan-Nyalah yang paling penting.

Regards

Laut Sinaga

Thursday, March 19, 2009

KEHARUMAN ATAU BAU TIDAK SEDAP


Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 2 Korintus 2:13

Dizaman kerajaan Romawi, para jendral Romawi suka mengadakan parade kemenangan setiap kali mereka mengalahkan musuh. Para tawanan musuh akan diarak melalui jalan-jalan sebagai bukti akan kemenganan Romawi. Perayaan ini dikenal sebagai "kemenangan". Selama parade itu, akan ditebarkan dupa wangi keudara. Keharumannya akan menandakan kepada semua orang di daerah itu bahwa jendral mereka telah meraih kemenangan besar.

Sungguh menarik, Rasul Paulus membandingkan umat Kristiani bukan dengan para penakluk Romawi itu, melainkan dengan para tawanan. Ia menjelaskan bahwa kita telah ditawan oleh Kristus, dan sekarang kita adalah tawanan perangnya untuk memperlihatkan kepada dunia, kemenangan-Nya atas dosa. Paulus mengatakan bahwa lewat hidup kita datanglah keharuman kemenangan yang menyadarkan orang lain akan kehadiran Kristus, sang Penakluk. Kita adalah wewangian hidup bagi mereka yang mengenal Yesus lewat kesaksian kita. Sebaliknya, kita adalah bau kematian bagi mereka yang menolak Kristus (2 Korintus 2:15-16)

Ketika orang berjumpa dengan Anda, Apakah mereka merasakan bahwa Anda adalah kepunyaan Allah? Seharusnya itu menjadi jelas kepada mereka bahwa lewat Anda, mereka dapat mengenal Kristus. Pilihannya adalah terserah mereka apakah ingin menerima kasih Allah atau menolaknya, namun seharusnya tak diragukan oleh teladan Anda bahwa kasih Allah itu tersedia bagi mereka. Mintalah agar Allah menggunakan hidup Anda agar kemanapun Anda pergi, Anda akan memenuhi tempat itu dengan pengenalan akan Kristus.

Regards

Laut Sinaga

Wednesday, March 18, 2009

KEMENANGAN SELALU


Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 1 Korintus 15:57

Ada banyak kuasa yan bekerja untuk mengalahkan Anda dalam kehidupan Kristiani Anda. Ada orang-orang yang tidak akan berpikir dua kali untuk membuat Anda tersandung dan mengecewakan Tuhan. Ada pencobaan-pencobaan yang dapat dengan mudah menghancurkan kehidupan Anda bila diberikan kesempatan. Alkitab memperingatkan akan roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12). Peringatan ini cukup keras untuk dapat mengecilkan hati umat Kristiani yang paling kuatpun, namun tidak harus demikian. Mengapa tidak?

Umat Kristiani seharusnya tidak pernah takut akan apa yang dilemparkan Iblis atau dunia ini kepada kita, karena Yesus Kristuslah Tuhan kita, dan lewat Dialah kemenangan kita. Rasul Paulus tidak pernah mengatakan bahwa ujian-ujian tidak akan datang. Melainkan ia meyakinkan kita bahwa walaupun menghadapi hambatan-hambatan, kita dapat meraih kemenganan berkat Yesus Kristus. Paulus sendiri mengalami kemenangan ini. Ketika para kiritikus ingin menghancurkannya, Allah meneguhkannya. Ketika musuh-musuh menawannya, Allah memberikan pelayanan kepadanya menggunakannya untuk memberitakan Injil kepada sipir penjara. Bahkan hukuman mati Paulus pun tidak mengalahkan semangat hidupnya untuk memberitakan tentang Kristus kepada orang lain, karena hingga hari ini, berjuta-juta orang terilhami oleh surat-surat yang ditulisnya kepada gereja di zaman dulu.

Jika Anda mencari kehidupan yang bebas dari susah, Paulus tidak membuat janji apapun. Namun jika Anda mencari kemenangan atas musuh-musuh Allah, silahkan memintanya. Anda hanya perlu percaya kepada Allah dan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya kepada Anda. Ketika Anda mentaati Allah apapun resikonya, Anda telah meraih kemenangan.

Regards

Laut Sinaga

Tuesday, March 17, 2009

DIPERBAHARUI SETIAP HARINYA


Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 2 Korintus 4:16

Anak-anak remaja sering digoda karena terlalu banyak menghabiskan waktu bercermin. Faktanya, orang dari segala usia menghabiskan waktu tiada habis-habisnya seumur hidupnya untuk menjaga agar penampilannya tetap menarik. Bayangkan saja berapa lama waktu kita mandi! Belum lagi untuk gunting rambut, menggosok gigi, dan segala perawatan diri lainnya, maka waktu yang kita habiskan itu sungguh banyak. Walaupun kita merawat tubuh kita dengan sebaik-baiknya, tubuh kita hanyalah sementara sifatnya dan suatu hari akan mati. Ini bukanlah untuk mengatakan bahwa Anda harus melupakannya dan tidak perlu menyisir rambut Anda lagi, melainkan, bahwa adalah penting untuk menjaga perspektif yang benar.

Rasul Paulus tidak pernah bertele-tele bila berbicara. Ini diucapkannya dengan lugas: "manusia lahiriah kami semakin merosot". Sungguh menyedihkan jika kita merenungkan bahwa hanya hidup inilah yang kita miliki. Namun sebagai umat Kristiani, kita tahu bahwa tubuh kita hanyalah sementara. ketika kita hidup kekal bersama Kristus, ia akan memberi kita tubuh yang baru. Namun, jiwa kita kekal sifatnya. Jiwa kita tidak pernah menjadi tua, ketika kita memberi makan jiwa kita dengan Firman Allah dan ketika kita berdoa, upaya-upaya kita tidak pernah sia-sia. Bukannya menjadikan semakin lemah, jiwa kita menjadi semakin segar dan semakin cerah setiap harinya, ketika kita memperbaharui manusia batiniah kita. Tubuh lahiriah kita memang akan mati perlahan-lahan, namun tubuh batiniah kita dapat semakin hidup ketika kita tumbuh dalam hubungan dengan Kristus.

Renungkanlah berapa banyak waktu Anda yang Anda habiskan untuk merawat tubuh Anda. Bandingkanlah itu dengan waktu yang Anda habiskan untuk menyehatkan jiwa Anda. Ingatlah, jiwa Anda akan tetap Anda, lama setelah tubuh Anda sudah tiada. Pastikanlah untuk merawatnya dengan baik.

Regards

Laut Sinaga

CIPTAAN BARU

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 1 Korintus 5:17

Salah satu hal menggembirakan tentang kehidupan Kristiani adalah bahwa semua orang percaya diberikan awal yang baru. Seberapa banyakpun dosa yang menghantui masa lalu kita, atau seberapa dalampun luka lama kita, seberapa seringpun kita gagal, seberapa ternoda pun reputasi kita, Kristus menjadikan setiap orang dari kita seseorang yang sama sekali baru. Alkitab menggunakan istilah dilahirkan kembali karena, bagi uamat Kristiani, hidup ini bermula dari awal lagi!

Ketika Anda menjadi umat Kristiani, Allah tidak hanya menambahkan kerohanian kedalam hidup Anda untuk dicampur dengan segala dosa Anda. Atau menetapkan seperangkat aturan untuk menolong Anda menghapus kebiasaan-kebiasaan penuh dosa Anda. Ia menciptakan sesuatu yang sama sekali baru! Ia memberi Anda hati yang baru, hati yang ingin mengasihi dan melayani Allah. Sebelum menyerahkan hidup Anda kepada Kristus, Anda tidak dapat menjalani kehidupan Kristiani, sekalipun Anda menginginkannya. Sekarang batin Anda diperbaharui, Anda lebih diberdayakan untuk mengatakan 'tidak' kepada pencobaan dan 'ya' kepada Allah. Pernahkah Anda mengenal seseorang yang bertemu dengan Kristus dan berubah secara drastis sehingga Anda hampir tidak mengenalnya? Apakah Anda takjub terhadap perubahannya ketika itu? Rasul Paulus adalah seperti itu. Namun bukan hanya Paulus saja. Kebenarannya adalah bahwa setiap orang yang bergabung dengan Kristus akan mengalami perubahan radikal yang sama, menjadi ciptaan yang sama sekali baru!

Banyak umat Kristiani yang menganggap remeh apa yang terjadi ketika mereka menjadi anak-anak Alah. Mereka asumsikan bahwa mereka masih sama berdosanya, lemah, serta tidak setia seperti dulu, hanya saja sekarang mereka harus berusaha menjalani kehidupan Kristiani semampunya. Itu tidak benar! Hidup dengan konsepsi yang keliru hanya akan membawa kepada furstrasi.

Disaat iman Anda diubah, Anda menjadi orang yang sama sekali baru, yang menjalani kehidupan yang sama sekali baru. Kegagalan-kegagalan dimasa lalu tidak dapat menahan Anda. Dosa-dosa dimasa lalu tidak berkuasa diatas Anda hari ini. Bertekadlah hari ini untuk tidak percaya kebohongan bahwa Kristus belum mengubah Anda; Ingatlah bahwa dalam Kristus Anda adalah "ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang!". Rangkullah kabar baik Kitab suci itu dengan gembira dan hiduplah seperti ciptaan baru!

Regards

Laut Sinaga

Wednesday, March 11, 2009

BERDIRI TEGUH


Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 1 Korintus 15:58

Setiap kali Anda berbuat dosa, Iblis senang. Ketika Anda malas dan membuang-buang waktu, Iblis puas. Namun ketika Anda mencurahkan diri untuk melakukan pekerjaan Tuhan, Iblis sangat menentang Anda. Mungkin Anda tidak menduga bahwa hidup menjadi paling sulit justru ketika Anda berusaha melakukan hal yang benar. Ketika Anda membuat komitment untuk mentaati apapun yang diperintahkan Allah kepada Anda, Anda mungkin akan menghadapi banyak penentangan. Mungkin berasal dari teman-teman Anda, atau mungkin keuangan Anda akan memberikan tantangan. Mungkin orangtua Anda akan mencoba membujuk Anda untuk tidak mentaati apa yang diperintahkan Allah untuk Anda laksanakan. Apapun itu, Anda akan tergoda untuk bertanya, "mengapa harus aku sih? Akukan cuma berusaha melaksanakan apa yang Allah perintahkan kepadaku!"

Rasul Paulus ingin mengatakan dua hal kepada Anda: yang pertama adalah nasihat dan yang kedua, dorongan. Pertama, ia mendesak Anda untuk berdidiri teguh. Paulus dari segala orang, mengetahui bahwa melayani Allah itu tidak selalu mudah. Iblis akan berusaha melakukan sabotase terhadap upaya-upaya Anda. Orang-orang disekeliling Anda mungkin tidak memahami apa yang sedang Anda perbuat. Namun Paulus menasihati Anda untuk tidak menahan. Taatilah Tuhan dengan segala kemampuan Anda, karena taruhannya adalah ganjaran-ganjaran kekal. Kedua, ketika Anda tetap setia kepada komitmen Anda, upaya-upaya Anda tidak akan pernah sia-sia. Jangan frustrasi dan jangan menyerah. Ketika Anda mentaati Allah, kemenangan itu sudah pasti menjadi milik Anda.

Jika Anda menghadapi masa-masa sulit karena keinginan Anda untuk mentaati Allah, yakinkanlah bahwa upaya anda tidak akan pernah sia-sia.Allah melihat hati Anda, dan ia akan memberikan kemenangan kepada Anda. (Roma 8:37)

Regards

Laut Sinaga

Tuesday, March 10, 2009

SEMUANYA DEMI KEMULIAAN ALLAH


Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau mium, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. 1 Korintus 10:31

Anda tidak perlu menjadi seorang misionari atau seorang martir untuk memuliakan Allah. Allahpun tidak perlu Anda memuliakan-Nya. Anda membawa kemuliaan kepada Allah dengan menjalani hidup yang berubah --hidup yang memperlihatkan kehadiran Roh Allah yang tinggal di dalam diri Anda. ketika orang melihat bagaimana Anda hidup dan mengagumi kebaikan Allah Anda, Anda membawakan kemuliaan bagi Allah. Allah tidak membutuhkan kemuliaan yang dibawakan kehidupan Anda yang kudus, namun Ia senang menerimanya.

Allah terbiasa menerima kemuliaan karena ciptaan-Nya yang mengagumkan. Luasnya alam semesta, pegunungan yang mayestik, danau-danau yang penuh kedamaian, ngarai-ngarai raksasa..semua keajaiban ciptaan-Nya membuat kita mau tidak mau memuji-Nya atas karya-karya-Nya yang mengagumkan itu.

Kita juga merupakan ciptaan Alah yang dapat membawa kemuliaan bagi-Nya. Ketika orang lain mengamati kita mengasihi manusia seperti Yesus, dan mengampuni seperti Yesus, ketika mereka meperhatikan kita melayani ketimbang minta dilayani, ketika mereka melihat kita damai di tengah-tengah kekacauan, dan ketika kita memberikan kemuliaan atas kebenaran kita kepada Allah, mereka akan bergerak untuk memuji Allah atas kuasa-Nya yang mengubah. Ketika orang-orang melihat bagaimana Allah dapat mengubah pendosa seperti kita menjadi orang-orang yang serupa seperti Kristus, Allah akan menerima kemuliaan.Allah telah memberi Anda begitu banyak. Anda dapat membalasnya dengan menjalani kehidupan yang menghormati-Nya.

Regards

Laut Sinaga

Thursday, March 5, 2009

SAUDARA-SAUDARA YANG TERSANDUNG


Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku. 1 Korintus 8:13

Ada umat Kristiani yang lebih kuat dari yang lainnya. Janganlah menjadi frustasi dengan mereka yang imannya lebih lemah dari pada Anda. Mungkin mereka masih baru, atau mungkin mereka bergumul dengan berbagai pencobaan yang tidak menjadi pencobaan bagi Anda. Anda mungkin tergoda untuk menghakimi mereka, namun mereka tidaklah membutuhkan kritik Anda. Mereka membutuhkan dorongan Anda.

Di zaman Rasul Paulus, hewan dikorbankan kepada berhala di baik-bait duniawi. Setelah dipersembahkan kepada berhala, imam-imam bait itu menjual dagingnya dipasar setempat. Ada umat Kristiani yang suka membelinya untuk dimakan, sementara yang lain menolak berurusan dengan daging yang telah dikorbankan kepada berhala. Orang-orang yang tidak makan daging itu mengklaim bahwa seorang umat Kristiani yang benar-benar taat tidak akan pernah makan sesuatu yang telah dipersembahkan kepada allah-allah palsu. kontroversi menyangkut daging yang tidak bersih itu menyebabkan perpecahan di gereja zaman dulu

Paulus tidak memusingkan dari mana daging itu berasal. ia tahu bahwa para berhala itu hanyalah potongan kayu atau batu dan bukan allah sama sekali, dan ia menganggap daging itu tidak lebih dari barang murah. Namun ia tahu bahwa makan daging itu akan menjadi skandal bagi umat Kristiani yang tidak sependapat dengannya. Bisa saja ia berkata, "Itu sih urusan mereka", dan mengabaikan pandangan mereka, namun ia menganggap persatuan lebih penting dari pada apa yang benar atau salah, jadi ia memilih tidak makan daging itu. Walaupun hati nuraninya sendiri membebaskannya untuk makan daging, ia memilih untuk menahan diri agar tidak menyebabkan umat Kristiani lainnya tersinggung.

Perilaku Paulus itu merupakan teladan yang baik untuk kita ikuti. Adakah sesuatu yang Anda lakukan, yang membuat umat Kristiani lain keberatan? Apakah Anda menyebabkan sesama orang percaya tersandung dalam imannya? Apakah Anda cukup matang untuk merelakan sebagian kebebasan Anda demi hidup harmonis dengan sesama beriman?


Regards

Laut Sinaga

Wednesday, March 4, 2009

PERGAULAN YANG BURUK


Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 1 Korintus 15:33

Menurut Anda, seberapa kuatkan Anda itu? Percayakan Anda bahwa Anda dapat melawan pencobaan? Menurut Anda, dapatkah Anda menentang bergai pandangan serta sikap mereka yang tidak mengasihi atau mengikut Allah seperti Anda? Jika Anda pikir dapat, Alkitab ingin memberikan peringatan kepada Anda. Rasul Paulus mengklaim bahwa Anda pasti akan terpengaruh oleh orang-orang yang biasa bergaul dengan Anda. Jika Anda bergaul dengan orang-orang bijak, Anda akan menjadi bijak (Amsal 13:2). Jika Anda bergaul dengan orang-orang bodoh, Anda akan terpengaruh oleh mereka. Lumayan sederhana, bukan?

Namun apakah ini berarti Anda tidak boleh bergaul dengan mereka yang tidak seiman? Tentu tidak. Artinya, Anda harus mempertahankan kesadaran tinggi bahwa seseorang akan mempengaruhi orang lainnya. Terkadang kita berdebat bahwa kita bergaul agar dapat memberikan pengaruh Kristiani kepada seseorang yang nilai-nilainya berbeda dengan kita. Mungkin demikian. Namun, sungguh penting untuk tidak pernah melupakan bahwa pengaruh itu timbal balik sifatnya. Terkadang kita bisa dipengaruhi orang lain jauh lebih dari kita mempengaruhinya.

Adalah penting bahwa Anda menyerahkan setiap hubungan Anda kepada Allah dan meminta bimbingan-Nya. Bersiaplah untuk mundur dari pergaulan yang buruk sesuai bimbingan-Nya, agar karakter Anda sendiri tidak terpengaruh. Di saat yang sama, carilah teman-teman sepergaulan yang akan memberikan dorongan kepada Anda untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus.

Regards

Laut Sinaga

Tuesday, March 3, 2009

PENCOBAAN BIASA

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 1 Korintus 10:13

Anda pasti akan dicobai. Tak mungkin menghindar darinya. Anda boleh saja pergi ke gereja secara teratur, membaca Alkitab Anda dengan setia, dan berdoa dengan rajin, namun Anda tetap akan dicobai oleh dosa. Pertanyaanny adalah: ketika pencobaan datang, apakah Anda siap?

Pencobaan sering membuat orang terperanjat, padahal seharusnya tidak demikian. Mereka menemukan dirinya dalam situasi-situasi yang pleik, dan mereka tidak tahu harus berbuat apa. Tahu-tahu mereka takluk kepada dosa. Mungkin saja mereka akan berusaha mencari alasan terhadap perbuatan-perbuatannya, dengan alasan bahwa mereka tidak siap. Mungkin saja mereka mengklaim bahwa mereka ditaklukkan oleh dosa yang memang tidak kuasa mereka tolak. Itu adalah omong kosong.

Alkitab mengatakan bahwa kita tidak akan pernah menghadapi pencobaan yang tidak kuasa kita tolak. Apapun itu, Allah akan memberikan jalan keluar tanpa berbuat dosa. Persoalannya adalah bahwa kita sendirilah yang tidak mau menolak dosa-dosa tertentu. Kita abaikan tanda-tanda peringatannya dan melewatkan jalan keluar yang disediakan Allah. Lalu kita temukan diri kita dalam cengkraman pencobaan dan berseru pada menit terakhir, "Ya Allah, selamatkanlah aku!" Namun terlambat sudah. Alangkah jauh lebih bijaksananya untuk mendengarkan Allah ketika pertama kali Ia memperingatkan kita akan bahayanya!

Jangan pernah menganggap remah pencobaan. Dengarkanlah peringatan-peringatan teman-teman Anda, Keluarga Anda, atau pendeta Anda. Ambillah rute yang diberikan Alah untuk melepaskan diri. Janganlah bergegas ke dalam dosa, berasumsi bahwa Anda terlalu lemah untuk menolaknya. Anda dapat menjalani hidup yang penuh dengan kemenangan jika mau mendengarkan Dia dapat memberi Anda kemenangan.



Regards



Laut Sinaga

Thursday, February 26, 2009

KEBEBASAN

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun. 1 Korintus 6:12

Tidak semua orang di dunia ini bebas. Ada yang diperbudak oleh kediktatoran, dilarang melakukan apapun yang menentang kehendak pemerintah. Yang lain hidup di penjara, membayar hukuman karena melanggar hukum. Namun, ada lagi jenis perbudakan lain, yang bukan diperbudak oleh orang lain. Perbudakan ini membatasi orang karena kemauan sendiri.

Umpamanya, kecanduan, adalah semacam bentuk perbudakan. Semakin hidup ini diperbudak oleh bahan-bahan kimiawi, atau oleh suatu kebiasaan, semakin kecil kemampuan orang yang bersangkutan untuk membuat pilihan-pilihan. Ada orang yang membiarkan dirinya ditawan oleh dosa. Mereka tidak menjaga pikiran dan hatinya dari pencobaan, jadi dosa perlahan-lahan menguasai mereka sehingga mereka tidak dapat melepaskan diri.

Rasul Paulus mengatakan bahwa ia pernah ditawan oleh dosa. Dosa begitu mencengkram hidupnya sehingga ia bahkan tidak sadar betapa ia diperbudak. Begitu ia menjadi umat Kristiani, ia mengalami kebebasan sejati untuk pertama kalinya. Ada orang-orang di zaman Paulus yang begitu menjadi umat Kristiani, menggunakan kebebasan barunya untuk menjadi budak lagi. Pemikian mereka adalah: Sekarang aku tahu bahwa Allah mengasihiku dan menyediakan tempat bagiku di sorga, aku bebas bersenang-senang dalam dosa apapun sesukaku dan tetap mendapatkan kepastian akan kehidupan kekal. Paulus menyebut sikap ini kebodohan. Mengapa sih ada orang yang telah dibebaskan dari penguasa yang jahat itu, berbalik dan kembali merelakan dirinya ditawan lagi?

Setelah mengalami perbudakan maupun kebebasn, Paulus bertekad untuk tidak lagi terperangkap oleh kebohongan dosa. Sekalipun ia bebas membuat pilihan-pilihannya sendiri, ia hanya akan memilih hal-hal yang menghormati Allah. Kebebasn adalah suatu hal yang mengagumkan, dan tak ada orang yang lebih bebas ketimbang umat Kristiani. Jangan pernah menganggap remeh kebebasan yang Kristus bawakan bagi Anda di kayu salib. Gunakanlah kebebasan itu dengan bijaksana.

Regards

Laut Sinaga

Monday, February 23, 2009

KEINTIMAN BERSAMA ALLAH


TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Mazmur 15:1

Matius 17:1-9 adalah contoh dramatis mengenai bagaimana Allah menyatakan diri-Nya kepada kita. Tuhan telah bersama-sama dengan murid-muridnya selama lebih dari dua tahun, dan sudah tiba saatnya bagi ketiga murid itu untuk naik ke tingakatan spiritual yang lebih tinggi.

Petrus tidak dapat memahami mengapa Anak Allah mau tunduk kepada orang-orang jahat dan menderita dengan rela. Peristiwa di gunung saat Yesus berubah rupa adalah cara Allah untuk mengajar Petrus bahwa Yesus dimuliakan saat kita menyangkal diri kita, memikul salib, dan mengikut Dia.

Filosofi dunia adalah "Selamatkan dirimu" namun filosofi Kristiani adalah "serahkan dirimu kepada Allah!" Ketika Ia berdiri di sana dalam kemuliaan, Yesus membuktikan kepada ketiga murid itu bahwa penyerahan diri selalu membawa kemuliaan. Pertama penderitaan, lalu kemudian salib, lalu mahkota.

Ketiga murid itu memerlukan kebenaran penting ini. Yakobus adalah murid pertama yang mati (Kisah 12:1-2). Yohanes adalah murid terakhir yang mati, namun ia akan mengalami penganiayaan berat di Pulau Patmos (Wahyu 1:9). Petrus akan mengalami banyak penderitaan dan pada akhirnya, menyerahkan nyawanya bagi Kristus (Yohanes21:15-19)

Keintiman, saat dikembangkan, menghasilkan kekuatan batin yang tidak akan dapat digoyahkan oleh pencobaan atau tragedi. Saat Anda berusaha merasakan Allah, carilah sisi intim-Nya, sebagian dari diri-Nya yang rindu untuk merasakan kedekatan Anda.

Regards

Laut Sinaga

Tuesday, February 17, 2009

HIDUP KUDUS DI DUNIA YANG KOTOR


Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Yohanes 8:12

Bagaimana Anda hidup kudus ditengah dunia yang bejat? Salah satu langkah pertama untuk menemukan ini didapati saat Anda menyadari bahwa Allah telah memberikan kepada Anda kodrat yang berbeda dengan dunia. Didalam 2 Korintus 6:14, Paulus bertanya, "Bagaimanakan terang dapat bersatu dengan gelap?" Jika Anda adalah orang percaya, terang keselamatan Allah bersinar di dalam diri Anda. Yesus adalah Terang Dunia. Ia mengatakan kepada para pengikut-Nya, "Barangsiapa mengikut aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan Ia akan mempunyai terang hidup" (Yohanes 8:12)

Walaupun Anda secara fisik berada di dunia , tempat kediaman abadi Anda adalah di sorga. Melalui Yesus Kristus, Allah telah memurnikan hidup Anda. Membangun ikatan dengan dunia hanya akan memadamkan hadirat Kristus di dalam diri Anda.

Allah memerintahkan bangsa Israel untuk menjaga agar lampu-lampu di bait Allah tetap menyala baik siang maupun malam. hanya minyak zaitun terbaik yang boeh dibakar dalam lampu-lampu itu. Namun demikian, orang-orang menjadi puas diri terhadap devosi mereka kepada Tuhan dan mulai membakar minyak yang lebih murah. Akitabnya, asap memenuhi bait Allah, membuat dinding-dindingnya menjadi hitam.

Inilah yang terjadi pada kita saat kita tidak dapat menjaga kemurnian kita di hadapan Tuhan. Kita pikri ikatan kita dengan dunia tidak akan membahayakan kita, tetapi hal itu membuat hidup kita menjadi gelap. Lalu kejernihan dan terang kehidupan Allah di dalam diri kita memudar. Mintalah agar Dia menyingkapkan setiap ketidakmurnian di dalam hidup Anda sehingga Anda dapat menyingkirkannya dan hidup kudus di dunia yang kotor.

Regards

Laut Sinaga

Monday, February 16, 2009

SUDAH TIBA WAKTUNYA UNTUK PERUBAHAN


Markus 1:1-6; Matius 3:1-6; Lukas 3:1-6

Disini mulailah kisah yang indah dari Yesus Sang Mesias Anak Allah. Dalam kitab yang ditulis nabi Yesaya, Tuhan menyatakan bahwa Ia akan mengirimkan Anak-Nya ke dunia dan bahwa akan ada seorang yang mendahului-Nya untuk mempersiapkan jalan bagi Dia. Orang ini akan hidup dipadang belantara, kata Yesaya. Dan ia akan berseru kepada setiap orang supaya membereskan hidupnya untuk menyambut kedatangan Tuhan. Orang itu adalah Yohanes Pembabtis. Ia hidup dipadang gurun dan mengajar supaya semua orang dibabtis sebagai pemberitahuan kepada umum mengenai keputusan mereka untuk tidak berbuat dosa lagi, agar Tuhan mau mengampuni mereka. Orang-orang daerah Yudea berdatangan ke gurun Yudea itu untuk melihat dan mendengarkan Yohanes. Pakainnya terbuat dari rambut unta dan ia memakai ikat pinggang dari kulit; makanannya terdiri dari belalang dan madu hutan.

Yohanes memilih untuk hidup di padang gurun (1) untuk menghindar dari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian, supaya ia dapat mendengar petunjuk-petunjuk Tuhan; (2) untuk mendapat perhatian sepenuhnya dari orang-orang; (3) untuk melambangkan pemutusan hubungan dengan kemunafikan pemimpin-pemimpin agama yang lebih cinta akan rumah-rumah mewah mereka serta kedudukan berwenang daripada melakukan pekerjaan Tuhan; (4) untuk memenuhi nubuat Perjanjian Lama yang mengatakan bahwa Yohanes akan menjadi suara yang berseru di padang belantara untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan (Yesaya 40:3).

Maksud dari khotbah-khotbah Yohanes ialah mempersiapkan orang untuk menerima Yesus sebagai anak Allah. Ketika Yohanes menantang mereka untuk masing-masing mengaku dosa mereka, ia memberi tanda untuk mengadakan hubungan dengan Allah menurut cara baru. Apakah suatu perubahan diperlukan dalam hidupmu sebelaum anda dapat mendengar dan memahami pesan Yesus? Anda harus mengaku bahwa anda memerlukan pengampunan sebelaum anda dapat menerimanya. Untuk menyiapkan diri untuk menerima Kristus, Anda harus mengaku dosa dulu. Hindarilah kesenangan-kesenangan duniawi yang tak berguna, godaan-godaan yang membawa dosa, dan sikap-sikap yang merusak.

Regards

Laut Sinaga

Wednesday, February 11, 2009

KUASA, BUKAN PERKATAAN


Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. 1 Korintus 4:20

Umat Kristiani sering berbicara dan menyanyikan tentang Allah maha kuasa yang kita layani. Namun menghadapi tantangan-tantangan terhadap iman kita, buru-buru kita akan mengayuh mundur: "Tentu, Allah dapat melakukan apapun yang dikehendaki-Nya, namun tidak didalam hidupku. Aku bukan raksasa rohani. Aku kan manusia biasa". Kita perlu membaca ulang Alkitab itu! Alkitab itu penuh dengan pria dan wanita biasa yang Allah berdayakan untuk melaksanakan hal-hal besar! Yosua adalah seorang mantan budak yang mengalahkan setiap pasukan yang dihadapinya. Ester memperlihatkan keberanian luar biasa, merisikokan nyawanya demi bangsanya. Elia menantang raja dan pasukan imam durjananya dengan memanggil api dari sorga. Rasul Paulus dilempari batu hingga hampir mati; lalu ia bangkit, memberanikan dirinya, dan kembali masuk kota.

Apakah mereka ini orang-orang kasar yang luar biasa, yang dikarunia keberanian serta daya tahan yang gaib? Sama sekali bukan. Mereka adalah pria dan wanita biasa yang kekuatannya berasal dari Allah. Allah tidak terintimidasi oleh siapapun atau apapun. Kuasa-Nya adalah lebih dari cukup untuk menangani setiap masalah yang Anda hadapi. Jadi, jika Allah yang sama ini, yang mengalahkan pasukan-pasukan yang menakutkan dan menghancurkan seluruh kota itu sekarang tinggal di dalam Anda, tak ada alasan mengapa hidup Anda tidak mencerminkan kuasa-Nya yang menakjubkan. Anda tidak perlu terintimidasi oleh orang-orang yang menentang agama Kristiani Anda. Jangan biarkan siapapun atau apapun menakut-nakuti Anda untuk tidak mentaati Allah. Ketika Allah memanggil Anda untuk mengikut Dia, Ia berdayakan Anda untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Hiduplah dekat dengan Allah yang mahakuasa, dan biarlah kuasa-Nya bersinar lewat hidup Anda. Jangan percaya kepada kekuatan sendiri, melainkan percayalah kepada kuasa yang tidak terhingga, dari Dia yang tinggal di dalam Anda. Janganlah hanya berbicara tentang kuasa Allah; alamilah sendiri!

Regards

Laut Sinaga

Tuesday, February 10, 2009

MENGHAKIMI ORANG LAIN


Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah. 1 Korintus 4:5

Ketika orang menyakiti Anda atau menyinggung Anda, apakah Anda terus memikirkannya, menganalisa mengapa mereka sampai berbuat demikian? Adalah respons alami untuk bertanya-tanya, apakah motif dibalik perbuatan orang, terutama ketika perilaku mereka mendatangkan kepedihan dalam hidup kita. Adalah mudah untuk menerka-nerka motif mereka dan mengasumsikan yang terburuk: ia pasti cemburu...tidak pedulian...mementingkan diri sendiri...kejam, dan sebagainya. Kita sering ingin melihat orang yang merugikan kita itu mendapatkan hukuman yang setimpal. Walaupun sungguh menggoda untuk menghakimi orang lain seperti itu, namun hal ini bertentangan dengan Alkitab. Hanya Allahlah yang mengetahui isi hati manusia. Ia seoranglah yang memahami apa yang memotivasi orang untuk melakukan apa yang mereka lakukan. Dan ia Menyuruh kita untuk menyerahkan urusan itu kepada-Nya.

Kita dapat menghabiskan waktu untuk mengalanisa ketidak sempurnaan orang-orang disekeliling kita, atau kita dapat melakukan seperti yang dikatakan Rasul Paulus dan "menunggu hingga Tuhan datang". Adalah jauh lebih bijaksana untuk memfokuskan perhatian kepada karakter kita sendiri, mengupayakan perubahan-perubahan yang perlu kita lakukan, ketimbang membuang-buang waktu menguatirkan tentang penghukuman yang setimpal bagi orang yang merugikan kita.

Akan tiba saatnya ketika Allah akan menghakimi setiap orang atas perbuatannya. Pada hari itu, keadilan akan ditegakkan dengan ukuran yang sempurna. Sementara itu, janganlah membuang-buang waktu atau energi menguatirkan dosa orang lain. Konsentrasikanlah perhatian untuk menjaga kesucian hidup Anda sendiri dihadapan Allah. Suatu hari motif-motif Anda akan terungkap dihadapan Allah, sama seperti motif-motif orang lainnya. Jika motif-motif Anda suci, Anda akan menikmati pujian Allah.

Regards

Laut Sinaga

Monday, February 9, 2009

MEMUTUSKAN SIKLUSNYA


Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya." Amsal 24:29

Ada dua cara untuk menjalani hidup Anda; secara proaktif atau secara reaktif. Hidup proaktif membutuhkan standar yang tinggi bagi perilaku Anda dan tidak membiarkan pengaruh dosa orang lainnya menyeret Anda. Pembimbing Anda untuk cara hidup seperti ini adalah Alkitab. Disanalah Anda akan belajar bagaimana Allah ingin Anda memperlakukan diri sendiri dan bagaimana ia ingin Anda berhubungan dengan orang lain. Hidup proaktif bukanlah berarti bahwa Anda memandang rendah kepada semua orang lainnya atau bahwa Anda menganggap diri sendiri sempurna. Hidup proaktif artinya Anda dengan sadar mengikuti suatu pola perilaku yang menghormati Allah ketimbang menjalani hidup Anda sebagai respons terhadap apapun yang dikalukan orang lainnya. Hidup proaktif menuntut karakter yang kuat. Ini hanya dapat dilakukan dengan menetapkan pandangan Anda kepada Allah.

Jika Anda hidup reaktif, Anda akan terus menunggu aksi orang lainnya. Jika orang menggosipkan Anda, Anda akan menganggapnya sebagai izin untuk menggosipkan mereka. Jika teman Anda memperlakukan Anda dengan tidak baik, Anda akan menganggapnya sebagai undangan untuk memperlakukannya juga dengan tidak baik. Masalah dengan hidup reaktif adalah bahwa Anda kehilangan kendali hidup Anda sendiri. Anda menghabiskan begitu banyak waktu memberikan respons terhadap ketidakadilan yang nyata maupun yang Anda persepsikan, sehingga Anda tidak memiliki sisa energi untuk menjalani hidup seperti yang dikehendaki Allah. Hidup reaktif adalah tanda dari karater yang lemah. Ini terjadi ketika Anda melepaskan pandangan Anda dari Allah.

Dari pada bersikap seperti orang lainnya, atau memperlakukan orang persis seperti mereka memperlakukan Anda, berupayalah untuk meningkatkan standar perilaku dengan teladan Anda. Putuskanlah siklus dosa itu dengan bersikap penuh integritas, terlepas dari apapun yang dilakukan orang lain.

Regards

Laut Sinaga