Sunday, March 1, 2009

SERTIJAB DIREKTUR SMP/SMA ADVENT MARTOBA, PEMATANGSIANTAR

Disela-sela acara Purna Bhakti Bapak Drs. J. H. Siregar, SPd yang juga merupakan Kepala SMP/SMA Advent Martoba, Pematangsiantar telah diadakakan Serah terima Jabatan (sertijab) dari pejabat lama kepada pejabat baru Kepala SMP Advent Martoba Bapak Drs. S. Manalu dan kepada pejabat baru Kepala SMA Advent Martoba Bapak David Soputra, MSc.

Acara serah terima jabatan ini telah dipandu oleh Bapak Drs. N. Limbong MBA, Puket I PTASN yang disaksikan secara langsung oleh Bapak J. Malau, MBA, ketua PTASN dan Bapak Pdt. DR R. W. Sagala, Puket III PTASN dan Bapak B. Aritonang, SPd, PKS III SMP/SMA Advent Martoba.

Saat menyerahkan jabatan kepada Bapak Drs. Manalu (Kepala SMP) dan Bapak David Soputra (Kepala SMA) Siregar berharap agar kerja sama para guru dan staf selama ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan sehingga baik SMP maupun SMA dapat menjadi sekolah yang bertaraf nasional. Salah satu kendala menurut Siregar adalah jumlah murid. Oleh sebab itu diharapkan agar semua berusaha untuk menambah jumlah murid untuk tahun ajaran mendatang. Selain itu juga ditentukan oleh persentase kelulusan dan nilai kelulusan.

Berikut ini adalah merupakan profil dari Kepala SMP dan SMA Advent Martoba yang baru.
Kepala SMP:
Nama : Drs. Seven Manalu
Tempat Tgl Lahir: Pakkat, 11 Jan 1957
Tamat: Bahasa Indonesia (USU, 1982)
Pekerjaan Sebelumnya: PKS I Bidang Akademis
Sudah berada di kampus sejak 1989 (20 tahun)

Kepala SMA
Nama: David Soputra, SPd, MSc:
Tempat/tgl Lahir: Pekanbaru, 29 Mei 1962
Tamat : Biology (UNAI - BA 1985), (S1-1989) dan MSc Biology AUP, Philippines 2008
Pekerjaan: pernah bekerja sebagai PKS 1 di SMP/SMA Advent Martoba, Sebelum berangkat Upgrading ke AUP Philippines
Sudah berada di kampus sejak 2000 (9 tahun) dan sudah bekerja di Mission sejak 1985 lalu.

Selamat memasuki masa pensiunan buat Bapak J. H. Siregar dan selamat menjalankan tugas dan tanggung jawab baru kepada Bapak S. Manalu dan David Soputra..

Bapak Drs. J. H. Siregar saat menandatangani surat SERTIJAB

Bapak D. Soputra saat menandatangi surat SERTIJAB
Bapak Drs. S. Manalu saat menandatangi surat SERTIJAB

WISUDA PURNA BHAKTI DRS. J. H. SIREGAR, SPd

Minggu, 01 Maret 2009, seluruh keluarga guru, dosen dan staf SLA/PTASN, Pematangsiantar berkumpul bersama di Ruangan Conference Room untuk mengikuti acara Pelepasan salah seorang pengerja di institusi SLA/PTASN yang akan memasuki masa pensiun (purna bhakti).

Acara Purna Bhakti ini telah dipandu dengan baik oleh Bapak Drs. N. Limbong, MBA, Puket I Bidang Akademis PTASN. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu pembukaan dari LS No. 170 yang dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Pdt. D. E. Sinaga, MMin, Kepala Perpustakaan SLA/PTASN.

Mengawali siraman rohani pada acara tersebut, ketua PTASN Bapak J. Malau, MBA mengutip perkataan Salomo, orang yang paling bijaksana yang pernah hidup di dunia ini yang diangkat dari Pengkhotbah 3:1,11 " Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya... Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya..."

Dalam wejangannya Malau menekankan beberapa hasil riset mengenai negara yang paling nyaman, orang yang paling menderita, negara yang paling damai, dll yang pada intinya menekankan bahwa di manapun kita berada dan bagaimanapun lingkungannya, suasana hatilah yang menentukan. Walaupun bekerja di lembaga seperti SLA/PTASN, kalau suasana hati kita baik dan kita dapat melakukan pekerjaan kita dengan optimal dan maksimal maka kita akan merasa senang, dan ini telah ditunjukkan oleh Bapak J. H. Siregar sehingga dia sudah menuntaskan pekerjaannya untuk waktu 40 tahun lebih, Malau berkata bahwa saat ini Bapak Drs. J. H. Siregar, SPd dapat berkata sama seperti Paulus: "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" (II Timotius 4:7) .

Pada akhir pembicaraannya Malau mengutip Bilangan 6:24 "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera."

Setelah renungan, acara diteruskan dengan menyanyikan LS No 167 "Kerjalah, kerjalah," yang kemudian diteruskan dengan doa penyerahan yang disampaikan oleh Bapak Pdt. DR. R. W. Sagala, Puket III Bidang Kemahasiswaan, PTASN, Pematangsiantar.

Pada bagian ketiga acara purna bhakti ini, keluarga guru, dosen dan staf melanjutkan dengan acara makan bersama yang didahului oleh Bapak Drs. J. H. Siregar dan Ibu yang saat itu tampil dengan pakaian istimewa yakni jas dan kebaya berbeda dengan penampilan staf, guru dan dosen lainnya. Makanan telah disiapkan dan disajikan sedemikian istimewanya dilengkapi dengan "Nasi Tumpeng," dibawah koordinir Ibu T. Malau dan Ibu J. A. Manafe, PhD.

Setelah acara makan bersama usai, Drs. N. Limbong, MBA kemudian melanjutkan pembacaan Riwayat Hidup dan karir Bapak J. H. Siregar. Menurut data yang kami dapatkan, berikut adalah merupakan Biodata dan Riwayat Pekerjaan hamba Tuhan ini:

Lahir di Sumbul Berampu, Dairi (yang jaraknya sekitar 7 Km dari kota Sidikalang, arah Parongil). Bapak yang nama lengkapnya Jahombar Haposan Siregar ini dilahirkan dari pasangan H. Siregar (ayah) dan L. br Sihombing (Ibu). Bapak J. H. Siregar adalah merupakan anak ketiga dari 6 bersaudara (4 laki-laki dan 2 perempuan). Siregar dilahirkan pada 29 September 1947 (61 tahun 5 bulan yang lalu).

Karir dan pekerjaannya dimulai dari guru Sekolah Gereja di SD Advent Parsaoran, Sumbul - Sidikalang dan saat itulah dia berkenalan dengan seorang wanita yang kini telah menjadi istrinya yakni ibu E. Siregar, br. Sagala. Pernikahan mereka telah dilangsungkan pada tanggal 26 Maret 1969.

Setelah mengajar di SD Advent Parsaoran, Sumbul hingga tahun 1973, Siregar kemudian pindah ke SD Advent Jln. Simbolon No. 6 Pematangsiantar. Dia bekerja di sana dari tahun 1974-1979. Kemudian pada tahun 1979 Siregar dipindah tugaskan ke SMP/SMA Advent Pematangsiantar yang lebih dikenal dengan nama SLA Martoba, Pematangsiantar sebagai guru Bahasa Indonesia, kemudian diserahi tugas sebagai kepada Asrama Putra untuk SMP/SMA dan Mahasiswa SLA/PTASN dari sejak 1983 - 1997 (14 tahun) dan merupakan pemegang rekor sebagai Kepala Asrama terlama di SLA/PTASN sejak sekolah ini didirikan pada tahun 1949 lalu bahkan hingga saat ini.

Dari komitmen dan dedikasi yang beliau tunjukkan ke institusi SLA/PTASN, maka Board of Management SLA/PTASN mempercayakan beberapa pekerjaan kepada Siregar, antara lain:

1. Ka SMP Advent, Pematangsiantar 1993, merangkap sebagai PKS Bidang Akademis untuk SMA Advent, Pematangsiantar.
2. Tahun 1998 - 2000, sebagai Ka SMP/SMA Advent, Pematangsiantar.
3. Tahun 1993 s/d Januari 2009 menjabat sebagai KA SMP Advent Pematangsiantar
4. Januari 2007 s/d Januari 2009 menjabat sebagai Kepala SMA Advent Pematangsiantar

Anak-anak:
1. Johnson Siregar
2. Omri Siregar
3. Wendy Siregar
4. Benyamin Siregar

Semua anak-anak Bapak dan ibu Siregar diatas sudah menikah dan mereka telah memberikan 5 orang cucu kepada Bapak dan Ibu Siregar

Pendidikan:
SD
SMP Advent Pematangsiantar
SMP Advent Pematangsiantar
Perguruan Tinggi: Universitas Simalungun (USI), Pematangsiantar

Saat ini Siregar telah memperoleh gelar yang sangat dibanggakan oleh setiap lelaki Batak, yakni gelar Op Samuel Siregar Doli.

Acara selanjutanya adalah merupakan kata-kata sambutan dan kenangan. Untuk mewakili guru SMP dan SMA disampaikan oleh Bapak David Soputra, MSc sementara untuk mewakili dosen disampaikan oleh Ibu R. Perangin-angin, MBA dan mewakili pensiunan disampaikan oleh Bapak Pdt Drs. H. Purba, MCA. Masing-masing mereka menyampaikan bagaimana Bapak Siregar telah melakukan yang terbaik saat masih bekerja aktif, hal itu dibuktikan dengan dedikasinya sebagai kepala asrama terlama (14 tahun), Purba mengatakan bahwa Siregar yang juga bekas muridnya di SMA dulu telah bekerja dengan sekuat tenaga saat masih aktif dan dia berkata selamat datang dalam dunia pensiunan suatu dunia yang sangat menyenangkan. Pada kesempatan yang lain Bapak David Soputra mengatakan bahwa dia telah memperoleh pelajaran yang sangat berharga saat bekerja sama dengan Bapak Siregar, ada banyak bangunan di SLA Martoba yang berdiri atas usaha Bapak Siregar mengadakan pendekatan kepada pemerintah. Lain lagi Ibu Perangin-angin, sebagai orang yang paling lama bekerja di SLA/PTASN berkata mungkin dia dipilih berbicara untuk mewakili dosen mungkin oleh karena dia akan segera menyusul Bapak Siregar untuk memasuki masa pensiunan. Ibu Perangain menyaksikan bahwa dia adalah merupakan tetangga terlama Bapak Siregar dari sejak dulu dan sudah saling kenal satu sama lain. Sebagai tetangga katanya, mohon jika ada kesalahan satu sama lain dapat dilupakan.

Setelah kata-kata Sambutan, maka acara dilanjutakan dengan penyerahan SK Pensiunan yang disampaikan oleh Bapak J. Malau dan kemudian dengan penyerahan kenang-kenangan dari sekolah yang disampaikan oleh Bapak P. Pakpahan, Bendahara SLA/PTASN

Acara dilanjutkan dengan respons dan sambutan yang disampaikan langsung oleh Bapak Drs. J. H. Siregar yang dalam sambutannya beliau menyatakan terimakasih banyak kepada Tuhan atas berkatNya selama dia melayani pekerjaan Tuhan. Siregar juga berkata bahwa apa yang telah dia capai selama ini bukanlah merupakan pekerjaannya sendiri atau kehebatannya tetapi adalah oleh karena kerja sama staf, guru dan dosen. Selamat Memasuki masa pensiunan pak Siregar. GBU.

Ibu R. Surbakti yang merupakan tetangga kel. Bapak Drs. J. H. Siregar, SPd sedang menyampaikan kata-kata sambutan mewakili dosen
Guru-guru SMP/SMA Advent Martoba, saat menyampaikan lagu "Hymne Guru" dalam acara Purna Bhakti Bapak J. H. Siregar
Bapak David Soputra, MSc saat memberikan kata-kata sambutan mewakili guru-guru SMP/SMA
Sebagian dari Staf, guru dan dosen beserta keluarga yang sedang mengikuti acara Purna Bhakti Bapak Drs. J. H. Siregar
Bapak Pdt. DR. R. W. Sagala, Puket III SLA/PTASN yang juga mantan murid Bapak Drs. J. H. Siregar berphoto bersama di sela-sela acara Purna Bhakti Bapak Siregar
Bapak P.akpahan, Bendahara SLA/PTASN saat memberikan kenang-kenangan dari Sekolah
Bapak Pdt. Drs. H. Purba, MCA saat memberikan sambutan mewakili pensiunan


Thursday, February 26, 2009

YESUS BUKAN HANYA RASUL TAPI DIA JUGA ADALAH TUHAN

Demikian inti dari seminar yang diadakan oleh Bapak Hotmatua "Ucok" Panggabean seorang Juru Dakwah Injil, anggota jemaat Jakasampurna, pada haru Kamis malam di Kampus SLA Martoba/PTASN, Pematangsiantar.n rencana seminar ini sudah lama diadakan. bapak Panggabean dan Pdt. R. W. Sagala, salah seorang ketua Jemaat SLA/PTASN yang juga bekerja sebagai salah seorang tenaga dosen di STFT Surya Nusantara. Akhirnya, demi kebaikan dan untuk keuntungan semua penghuni kampus disetujui bahwa seminar itu diadakan malam hari bukan pagi atau sore hari.

Sebelum menyampaikan pembicaraannya, Bapak Panggabean disambut dengan memberikan seperangkat ulos "Simalungun" yang langsung disampaikan oleh Bapak J. Malau, MBA, Ketua SLA/PTASN dan istri. Alasan memberikan ulos Simalungun kepada Bapak Panggabean menurut Pdt. R. W. Sagala, karena kampus SLA/PTASN berada di wilayah Simalungn dan untuk memudahkan Bapak Panggabean mengingat kampus SLA/PTASN.

Sebelum mengadakan seminar hampir 2 jam lamanya, Bapak Panggabean terlebih dahulu menyampaikan tehnik menginjil kepada saudara-saudara pemeluk agama mayoritas kepada para gembala di Daerah Sumatera Kawasan Utara selama 2 hari.

Dalam seminar yang disampaikan di kampus tadi malam (26 Februari 2009), Panggabean menceritakan bagaimana pengalamannya saat mengikuti salah satu seminat lintas agama di Jakarta dengan Thema: Yesus, Rasul atau Tuhan.

Dari pengalaman beliau kita dapat menyatakan bahwa Kristus bukan hanya Rasul tetapi Dia juga adalah Tuhan. Sedikitnya ada dua bukti dari Alquran yang bisa dipakai untuk menyatakan bahwa Kristus itu Tuhan, bukan hanya sebagai seorang rasul:
1. Dia bisa menciptakan. Alquran mencatat bahwa Yesus menciptakan burung dari tanah liat. Hanya oknum yang memiliki keilahian di dalam dirinya saja yang bisa menciptakan/membuat kehidupan. Tak seorang nabi dan rasul, dan orang pintar pun di dunia ini yang sanggung memberi kehidupan kecuali Ilahi/Allah/Tuhan. Kemudian panggabean mengutip ayat-ayat Quran yang menyebutkan peristiwa di mana Yesus melakukan hal itu.

2. Dia mengetahui tentang kiamat. Quran mencatat, Panggabean langsung membuka ayat dari Quran, bahwa seorang nabi dan rasul tidak sanggup mengetahui tentang kapan kiamat akan terjadi. Tetapi Quran juga mencatat bahwa Yesus mengetahui hal itu.

Pada akhirnya Panggabean mengajak agar seluruh penghuni kampus, baik siswa- mahasiswa, keluarga staf guru untuk menginjil dan bersaksi kepada orang-orang sekitar. Panggabean memberikan tips dalam bersaksi, jangan sok tahu, jangan mengajari mereka soal Quran tetapi menginjillah dengan cara bertanya dan memberi kesaksian sehingga orang yang kita injili bahwa mereka tidak sedang diinjili.

Terimakasih pak Panggabean atas semunarnya. Semoga semangat penginjilan Bapak hidup dihati kami.

Para siswa/i, mahasiswa/i dan keluarga staf, guru dan dosen yang mengikuti seminar Penginjilan

Bapak Hotmatua "Ucok" Panggabean beserta Bapak J. Malau, MBA, Ketua PTASN dan istri saat memberikan ulos kepada Bapak Panggabean sebagai ucapan terima kasih dari HIMA

KEBEBASAN

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun. 1 Korintus 6:12

Tidak semua orang di dunia ini bebas. Ada yang diperbudak oleh kediktatoran, dilarang melakukan apapun yang menentang kehendak pemerintah. Yang lain hidup di penjara, membayar hukuman karena melanggar hukum. Namun, ada lagi jenis perbudakan lain, yang bukan diperbudak oleh orang lain. Perbudakan ini membatasi orang karena kemauan sendiri.

Umpamanya, kecanduan, adalah semacam bentuk perbudakan. Semakin hidup ini diperbudak oleh bahan-bahan kimiawi, atau oleh suatu kebiasaan, semakin kecil kemampuan orang yang bersangkutan untuk membuat pilihan-pilihan. Ada orang yang membiarkan dirinya ditawan oleh dosa. Mereka tidak menjaga pikiran dan hatinya dari pencobaan, jadi dosa perlahan-lahan menguasai mereka sehingga mereka tidak dapat melepaskan diri.

Rasul Paulus mengatakan bahwa ia pernah ditawan oleh dosa. Dosa begitu mencengkram hidupnya sehingga ia bahkan tidak sadar betapa ia diperbudak. Begitu ia menjadi umat Kristiani, ia mengalami kebebasan sejati untuk pertama kalinya. Ada orang-orang di zaman Paulus yang begitu menjadi umat Kristiani, menggunakan kebebasan barunya untuk menjadi budak lagi. Pemikian mereka adalah: Sekarang aku tahu bahwa Allah mengasihiku dan menyediakan tempat bagiku di sorga, aku bebas bersenang-senang dalam dosa apapun sesukaku dan tetap mendapatkan kepastian akan kehidupan kekal. Paulus menyebut sikap ini kebodohan. Mengapa sih ada orang yang telah dibebaskan dari penguasa yang jahat itu, berbalik dan kembali merelakan dirinya ditawan lagi?

Setelah mengalami perbudakan maupun kebebasn, Paulus bertekad untuk tidak lagi terperangkap oleh kebohongan dosa. Sekalipun ia bebas membuat pilihan-pilihannya sendiri, ia hanya akan memilih hal-hal yang menghormati Allah. Kebebasn adalah suatu hal yang mengagumkan, dan tak ada orang yang lebih bebas ketimbang umat Kristiani. Jangan pernah menganggap remeh kebebasan yang Kristus bawakan bagi Anda di kayu salib. Gunakanlah kebebasan itu dengan bijaksana.

Regards

Laut Sinaga

Monday, February 23, 2009

KEINTIMAN BERSAMA ALLAH


TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Mazmur 15:1

Matius 17:1-9 adalah contoh dramatis mengenai bagaimana Allah menyatakan diri-Nya kepada kita. Tuhan telah bersama-sama dengan murid-muridnya selama lebih dari dua tahun, dan sudah tiba saatnya bagi ketiga murid itu untuk naik ke tingakatan spiritual yang lebih tinggi.

Petrus tidak dapat memahami mengapa Anak Allah mau tunduk kepada orang-orang jahat dan menderita dengan rela. Peristiwa di gunung saat Yesus berubah rupa adalah cara Allah untuk mengajar Petrus bahwa Yesus dimuliakan saat kita menyangkal diri kita, memikul salib, dan mengikut Dia.

Filosofi dunia adalah "Selamatkan dirimu" namun filosofi Kristiani adalah "serahkan dirimu kepada Allah!" Ketika Ia berdiri di sana dalam kemuliaan, Yesus membuktikan kepada ketiga murid itu bahwa penyerahan diri selalu membawa kemuliaan. Pertama penderitaan, lalu kemudian salib, lalu mahkota.

Ketiga murid itu memerlukan kebenaran penting ini. Yakobus adalah murid pertama yang mati (Kisah 12:1-2). Yohanes adalah murid terakhir yang mati, namun ia akan mengalami penganiayaan berat di Pulau Patmos (Wahyu 1:9). Petrus akan mengalami banyak penderitaan dan pada akhirnya, menyerahkan nyawanya bagi Kristus (Yohanes21:15-19)

Keintiman, saat dikembangkan, menghasilkan kekuatan batin yang tidak akan dapat digoyahkan oleh pencobaan atau tragedi. Saat Anda berusaha merasakan Allah, carilah sisi intim-Nya, sebagian dari diri-Nya yang rindu untuk merasakan kedekatan Anda.

Regards

Laut Sinaga

Sunday, February 22, 2009

KUMPULAN DOS NI ROHA JAKARTA, ADAKAN SEMINAR DAN WORKSHOP SEHARI UNTUK MAHASISWA STIE SN

Sejak hari Jumat, 20 Februari 2009 lalu dua orang anggota PAPAS (alumni SLA/PTASN) yang juga merupakan anggota kumpulan Arisan DOS NI ROHA, Jakarta yaitu, Bapak Marusaha Doloksaribu dan Bapak Giatta Sihombing hadir di kampus SLA/PTASN. Esok harinya Bapak Lambok Sagala yang juga anggota dari kelompok DOS NI ROHA bergabung dan tiba di kampus SLA/PTASN. Kehadoran "trio" dari kumpulan DOS NI ROHA ini adalah untuk memenuhi janji dan komitmen mereka untuk mengadakan seminar dan workshop secara berkesinambungan kepada adik-adik mereka para mahasiswa STIE Surya Nusantara.

Kehadiran mereka di kampus menggembirakan hati, khususnya bagi mahasiswa STIE Surya Nusantara, ketiga alumni ini dapat bermain bersama para mahasiswa karena ketiganya menginap di ruangan Guest Room, Asrama Putra PTASN, saat yang sama ketiganya juga berkenan untuk mencicipi makanan "dining hall" PTASN.

Menurut data yang kami ketahui, inilah kali ke empat (4) kumpulan arisan DOS NI ROHA, Jakarta datang langsung ke kampus dengan biaya sendiri untuk membantu dan memberikan workshop kepada para mahasiswa STIE Surya Nusantara, sehingga kelak mereka dapat bekerja dengan mantap, tidak meraba-raba setelah ditamatkan dari STIE SN. Mengapa tidak? Sebab kedatangan kumpulan DOS NI ROHA, Jakarta ini yang kali ini diwakili oleh Bapak Marusaha Doloksaribu, Bapak Lambok Sagala dan Bapak Giatta Sihombing ini langsung memberikan arahan dan praktek bagi para mahasiswa seakan mereka sudah bekerja di perusahaan.

Agenda yang dibahas dalam seminar atau Workshop kali ini adalah sbb:

08.00 - 08.30 Introdunction/communication
08.30 - 09.30 Accounting Cycle/Avvpunting Process yang dibawakan oleh Lambok Sagala
09.30 - 12.00 Stimulation/Workshop-Accounting Process dipandu oleh Bapak Marusaha Doloksaribu
12.00 - 13.30 Lunch
13.30-15.00 Bank Reconciliation di bawakan oleh Lambok Sagala
15.00 -15.30 EXIM (Export import) dipandu dan dibawakan oleh Bapak Giatta Sihombing
15.30 : Closing - Quwestion and Answer Lambok Sagala, marusa Dolok Saribu dan Giatta Sihombing

Acara telah dimuolai oleh sambutan yang dibawakan oleh Ketua Business Club yakni Sdr. Yustaffebb Ndruru dan dilanjutkan oleh Mrs R, Surbakti -Mperangin-angin sebagai Kajur STIE SN.

Para mahasiswa STIE SN yang mengikuti seminar dan workshop ini sangat merasa senang dan bahagia, sebab mereka praktek langsung dan serasa sudah bekerja, hehehe...

Semoga kebiasaan baik seperti ini dapat dilanjutkan dikemudian hari. Siapa lagi alumni yang siap meluangkan waktu untuk memberikan arahan kepada para mahasiswa di PTASN? Terimakasih kumpulan DOS NI ROHA, salam buat semua anggota DOS NI ROHA yanag belum sempat hadir pada workshop kali ini, semoga di hari mendatang bisa datanga kembali ke kampus. Selamat jalan Bapak Marusha Doloksaribu, Bapak Giatta Sihombing dan Bapak Lambok Sagala, semoga tiba dengan selamat di Jakarta. Salam buat keluarga. Atas nama sekolah kami ucapkan terimakasih banyak atas kebaikannya. HORAS, VIVA DOS NI ROHA!

Para mahasiswa STIE SN peserta Seminar/Woekshop berphoto bersama dengan Bapak Marusaha Doloksaribu, Bapak Lambok Sagala, Bapak Giatta Sihombing, Pdt DR R. W. Sagala, Puket III PTASN dan Ibu R. Surbakti, Kajur Ekonomi

Bapak Giatta Sihombing sedang asyik dan serius mendengarkan Seminar dan Workshop

Trio Dos Ni roha, Jakarta yang terdiri dari (kiri - kanan): Bapak Lambok Sagala, Bapak Marusaha Doloksaribu dan Bapak Giatta Sihombing

Ibu R. Surbakti diapit oleh Trio Dos Ni Roha, Jakarta yang juga adalah merupakan mantan anak didiknya yang kini sudah sukses dalam pekerjaan mereka di Jakarta

Saturday, February 21, 2009

PERESMIAN "THE PALM OIL" TEAM SLA/PTASN

Pada Minggu, 22 Februari 2009 bertempat di lapangan hijau kampus SLA/PTASN, Pematangsiantar, tepatnya sekitar pukul 08.00 Wib, peresminan "The Palm Oil Team," yang existensinya sudah diakui lewat keputusan Adcom akhir Januari 2009 lalu akhirnya diadakan. Menurut Bapak Pdtm. Julianta Bangan, salah seorang sponsor dari TPOT, arti nama The Palm Oil Team ini adalah:



Palm : Kebun Tuhan

Oil : Holy Sipirit

Jadi : Setiap orang anggota team yang turut serta bekerja bersama Tuhan,Rohkudus juga turut bekerjabersama mereka.


Selanjutnya Pdtm Julianta Bangun mengatakan tujuan pembentukan team ini adalah untuk (1) Melatih dan membina orang-orang muda dalam bekerja, (2) Agar kebun Sawit Sekolah dapat terpelihara dengan baik dan (3) melatih orang-orang muda dalam menginjil dan menarik jiwa.

Acara peresmian dari TPOT ini adalah sbb:


Doa buka: Pdtm. Olden Haro

Kata Sambutan dan Pengarahan: Bapak N. Limbong, Puket I Bidang Akademis, yang mewakili Bapak J. Malau, ketua PTASN yang berhalangan hadir

Sambutan mewakli sponsor, disampaikan oleh Pdt. J. F. Sinaga, kepala Kebun dan Maintenance SLA/PTASN

Sambutan mewakili salah seorang anggota TPOT disampaikan oleh saudara Bresman Sigalingging

Penyerahan dan peresmian bola kaki oleh Pdt. DR. R. W. Sagala

Kata Sambutan dan penyerahan hadiah bola kaki dari Punguan Dos NI Roha Jakarta disampaikan oleh Bapak Marusaha Hutajulu, MBA

Penyerahan dan peresmian cangkul oleh Bapak Drs. N. Limbong

Penyerahan dan peresmian alat babat rumput dilakukan oleh Bapak P. Pakpahan, MBA, Bendahara SLA/PTASN

Penyerahan Alkitab serta doa tutup disampaikan oleh Pdt. Roiman Siagian, Gembala Jemaat SLA/PTAS.


Dalam sambutannya mengawali peresmian TPOT ini Bapak N. Limbong menekankan tentang pentingnya etos kerja, sementara Pdt. R. W. Sagala sebelum menyerahkan satu bola kaki bantuan sekolah menekankan agar para anggota TPOT jangan salah meletakkan prioritas. Sagala dalam arahannya menekankan bahwa prioritas anggota TPOT yang benar adalah: (1) belajar, (2) bekerja, (3) menginjil dan (4) Olah Raga (Bola kaki), hal ini jangan sampai dibalikkan. Ddemikian juga Bapak Marusaha Dololsaribu saat hendak memberikan batuan 2 bola kaki kepada TPOT ini juga menekankan hal yang sama dan kemudian menambahkan agar tetap memperhatikan disiplin sekolah


Sementara Pdt. Roiman Siagian mengatakan, agar team ini sukses harus didahului oleh Allah, belajar besama Allah, bekerja bersama Allah dan mengakhiri tugas dengan Allah sambil memberikan Alkitab sebagai simbol bahwa TPOT ini akan selalu bersama ALLAH.


Salah satu syarat untuk menjadi anggota TPOT ini adalah siswa/mahasiswa yang bekerja di Dept. Farm dan Maintenance SLA/PTASN.


Setelah acara peresmian ini diakhiri dengan doa nelingkar yang dipimpin oleh Pdt. R. Siagian, acara kemudian dilanjutkan dengan menikmati snack yang sudah disediakan oleh Ibu-ibu yang menjadi pendukung TPOT ini antara lain: Ibu Pdt. J. F. Sinaga, Ibu Pdtm E. Bangun dan Ibu J. A. Manafe


Berikut adalah daftar anggota dan pengurus The Palm Oil Team:


Para pelajar SMU.

Alex Marbun, Efendi Sholin, Marwan Manurung, Andreas Sinaga, Esron Situmorang, Panca.C. Manalu, Andrew Sagala, Febjanisko Barus, Rade Sinaga,Andre Ginting, Hefranando Barus, Lasboy Aritonang,Adytia Sembiring, Herman Marpaung, Ridwan Simbolon,Boy Agung, Ivan Sitohang, Bliss Yaspis, Iota Ernes Ginting, Christian Kaban, James Gerson, Christian Grivanli, Krisbon Situmorang, Darto Manik, Kusniardi Rajagukguk,

Para Mahasiswa.

Acasio D. Sarmento, Juanda Barus, Yustaffebb Nduru,Bresman Sigalingging, Paulus Tampubolon, Chandra Sihotang, Balige Simanjuntak, Raemon Siahaan,Dolok Bend F. Pane, Sahat Sihotang, Falmer Silalahi, Samuel Simatupang

Daftar nama staf TPOT 2009

President : Bpk. J. Malau

Ketua umum team : Bpk. Pdt. J. F. Sinaga Bendahara : J. Bangun, Bresman, Marwan

Pelatih :

1. D. Muntu

2. Acasio

Ketua kelompok :

1. Esron

2. Darto

3. Boy

4. Paulus

Seksi Kerohanian : Semua Mahasiswa Teologia.

Para sponsor: (1) Bapak P. Haro, (2) Bapak S. Simbolon, (3) Bapak D. Munt(8) Ibu J. F. Sinagau, (4) Bapak J. F. Sinaga, (5) Bapak J. Bangun, (6) Ibu J. A. Manafe, (7) Ibu E. Sitepu, (8) Ibu J. F. Sinaga dan (9) Ibu I. Panjaitan

Pdt. R. W. Sagala, Puket III
Saat memberikan bantuan bola kaki kepada The Palm Oil Team
Pdt. J. F. Sinaga, salah seorang sponsor TPOT saat memberikan kata-kata sambutan dan arahan
Bresman Sigalingging, salah seorang anggota TPOT saat memberikan sambutan
Bapak Marusaha Doloksaribu, MBA perwakilan Kumpulan DOSNI ROHA Jakarta Saat memberikan bantuan 2 bola kaki
Bapak P. Pakpahan, Bendahara SLA/PTASN dan Bapak N. Limbong, Puket I PTASN Saat memberikan alat potong babat dan pacul yang akan dipakai oleh anggota TPOT untuk bekerja mengurus Keben Kelapa Sawit Sekolah
Pdt Roiman Siagian, Gembala Jemaat SLA/PTASN saat memberikan Alkitab yang akan digunakan sebagai pedoman iman dan kehidupan setiap anggota TPOT baik saat mereka belajar, bekerja dan bersaksi dan berolah raga.
Photo bersama antara anggota TPOT dengan anggota Dosni Roha, Jakarta yakni Bapak Marusaha Doloksaribu, Bapak Giatta Sihombing, Bapak Lambok Sagala beserta dengan Puket III PTASN Bapak Pdt DR. R. W. Sagala