Thursday, February 12, 2009

Break up letter ala Indonesian lady

Sri bermaksud untuk memutuskan hubungan dengan kekasihnya Robbie (bule Amerika). Tapi dia tak sanggup utk bertemu muka, lalu dia pun menulis email untuk kekasihnya tsb...
Hi, my motive write this letter is to give know you something
(Hai, bersama surat ini saya ingin memberi tahu sesuatu)
I WANT TO CUT CONNECTION US (saya igin memutuskan hubungan kita)
I have think about this very cook cook (saya telah memikirkan ini masak masak)
I know I clap one hand only (saya tahu bahwa saya hanya bertepuk sebelah tangan)
Correctly, I have seen you and she together at town with my eyes and head myself ( sebenarnya, saya pernah melihat kamu bersama perempuan lain di kota dengan mata kepala saya sendiri)
You always ask for apology back back (kamu selalu minta maaf berulang ulang)
I don't trust you again!! (saya tidak percaya kamu lagi)
You are really crocodile land!! (kamu benar benar buaya darat)
My Friend speak you play fire (teman saya bilang kamu bermain api)
Now I know you correct correct play fire (sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api)
So, I break connection to pull my body from this love triangle (jadi saya putuskan saja hubungan untuk menarik diri dari cinta segitiga ini)
I know this result I pick is very correct, because you love she very high from me (saya tahu keputusan yg saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih tinggi dari saya)
So, I break off to go far from here (jadi saya putuskan untuk pergi dari sini)
I don't want you to play play with my liver (saya tidak ingin kamu main main dengan hati saya)
I have crying until no more eyes water thinking about you (saya menangis sampai tidak ada lagi air mata memikirkan kamu)
I don't want banana to fruit two times (saya tidak mau terpeleset untuk kedua kalinya)
Safe walk... (selamat jalan)..
Full Love (penuh cinta)

Sri ps: mudah2an si robbie bisa ngerti isi suratnya...amiiin

Kiriman: James Pangalila
Omaha, USA

Wednesday, February 11, 2009

KUASA, BUKAN PERKATAAN


Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. 1 Korintus 4:20

Umat Kristiani sering berbicara dan menyanyikan tentang Allah maha kuasa yang kita layani. Namun menghadapi tantangan-tantangan terhadap iman kita, buru-buru kita akan mengayuh mundur: "Tentu, Allah dapat melakukan apapun yang dikehendaki-Nya, namun tidak didalam hidupku. Aku bukan raksasa rohani. Aku kan manusia biasa". Kita perlu membaca ulang Alkitab itu! Alkitab itu penuh dengan pria dan wanita biasa yang Allah berdayakan untuk melaksanakan hal-hal besar! Yosua adalah seorang mantan budak yang mengalahkan setiap pasukan yang dihadapinya. Ester memperlihatkan keberanian luar biasa, merisikokan nyawanya demi bangsanya. Elia menantang raja dan pasukan imam durjananya dengan memanggil api dari sorga. Rasul Paulus dilempari batu hingga hampir mati; lalu ia bangkit, memberanikan dirinya, dan kembali masuk kota.

Apakah mereka ini orang-orang kasar yang luar biasa, yang dikarunia keberanian serta daya tahan yang gaib? Sama sekali bukan. Mereka adalah pria dan wanita biasa yang kekuatannya berasal dari Allah. Allah tidak terintimidasi oleh siapapun atau apapun. Kuasa-Nya adalah lebih dari cukup untuk menangani setiap masalah yang Anda hadapi. Jadi, jika Allah yang sama ini, yang mengalahkan pasukan-pasukan yang menakutkan dan menghancurkan seluruh kota itu sekarang tinggal di dalam Anda, tak ada alasan mengapa hidup Anda tidak mencerminkan kuasa-Nya yang menakjubkan. Anda tidak perlu terintimidasi oleh orang-orang yang menentang agama Kristiani Anda. Jangan biarkan siapapun atau apapun menakut-nakuti Anda untuk tidak mentaati Allah. Ketika Allah memanggil Anda untuk mengikut Dia, Ia berdayakan Anda untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Hiduplah dekat dengan Allah yang mahakuasa, dan biarlah kuasa-Nya bersinar lewat hidup Anda. Jangan percaya kepada kekuatan sendiri, melainkan percayalah kepada kuasa yang tidak terhingga, dari Dia yang tinggal di dalam Anda. Janganlah hanya berbicara tentang kuasa Allah; alamilah sendiri!

Regards

Laut Sinaga

Tuesday, February 10, 2009

MENGHAKIMI ORANG LAIN


Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah. 1 Korintus 4:5

Ketika orang menyakiti Anda atau menyinggung Anda, apakah Anda terus memikirkannya, menganalisa mengapa mereka sampai berbuat demikian? Adalah respons alami untuk bertanya-tanya, apakah motif dibalik perbuatan orang, terutama ketika perilaku mereka mendatangkan kepedihan dalam hidup kita. Adalah mudah untuk menerka-nerka motif mereka dan mengasumsikan yang terburuk: ia pasti cemburu...tidak pedulian...mementingkan diri sendiri...kejam, dan sebagainya. Kita sering ingin melihat orang yang merugikan kita itu mendapatkan hukuman yang setimpal. Walaupun sungguh menggoda untuk menghakimi orang lain seperti itu, namun hal ini bertentangan dengan Alkitab. Hanya Allahlah yang mengetahui isi hati manusia. Ia seoranglah yang memahami apa yang memotivasi orang untuk melakukan apa yang mereka lakukan. Dan ia Menyuruh kita untuk menyerahkan urusan itu kepada-Nya.

Kita dapat menghabiskan waktu untuk mengalanisa ketidak sempurnaan orang-orang disekeliling kita, atau kita dapat melakukan seperti yang dikatakan Rasul Paulus dan "menunggu hingga Tuhan datang". Adalah jauh lebih bijaksana untuk memfokuskan perhatian kepada karakter kita sendiri, mengupayakan perubahan-perubahan yang perlu kita lakukan, ketimbang membuang-buang waktu menguatirkan tentang penghukuman yang setimpal bagi orang yang merugikan kita.

Akan tiba saatnya ketika Allah akan menghakimi setiap orang atas perbuatannya. Pada hari itu, keadilan akan ditegakkan dengan ukuran yang sempurna. Sementara itu, janganlah membuang-buang waktu atau energi menguatirkan dosa orang lain. Konsentrasikanlah perhatian untuk menjaga kesucian hidup Anda sendiri dihadapan Allah. Suatu hari motif-motif Anda akan terungkap dihadapan Allah, sama seperti motif-motif orang lainnya. Jika motif-motif Anda suci, Anda akan menikmati pujian Allah.

Regards

Laut Sinaga

Monday, February 9, 2009

MEMUTUSKAN SIKLUSNYA


Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya." Amsal 24:29

Ada dua cara untuk menjalani hidup Anda; secara proaktif atau secara reaktif. Hidup proaktif membutuhkan standar yang tinggi bagi perilaku Anda dan tidak membiarkan pengaruh dosa orang lainnya menyeret Anda. Pembimbing Anda untuk cara hidup seperti ini adalah Alkitab. Disanalah Anda akan belajar bagaimana Allah ingin Anda memperlakukan diri sendiri dan bagaimana ia ingin Anda berhubungan dengan orang lain. Hidup proaktif bukanlah berarti bahwa Anda memandang rendah kepada semua orang lainnya atau bahwa Anda menganggap diri sendiri sempurna. Hidup proaktif artinya Anda dengan sadar mengikuti suatu pola perilaku yang menghormati Allah ketimbang menjalani hidup Anda sebagai respons terhadap apapun yang dikalukan orang lainnya. Hidup proaktif menuntut karakter yang kuat. Ini hanya dapat dilakukan dengan menetapkan pandangan Anda kepada Allah.

Jika Anda hidup reaktif, Anda akan terus menunggu aksi orang lainnya. Jika orang menggosipkan Anda, Anda akan menganggapnya sebagai izin untuk menggosipkan mereka. Jika teman Anda memperlakukan Anda dengan tidak baik, Anda akan menganggapnya sebagai undangan untuk memperlakukannya juga dengan tidak baik. Masalah dengan hidup reaktif adalah bahwa Anda kehilangan kendali hidup Anda sendiri. Anda menghabiskan begitu banyak waktu memberikan respons terhadap ketidakadilan yang nyata maupun yang Anda persepsikan, sehingga Anda tidak memiliki sisa energi untuk menjalani hidup seperti yang dikehendaki Allah. Hidup reaktif adalah tanda dari karater yang lemah. Ini terjadi ketika Anda melepaskan pandangan Anda dari Allah.

Dari pada bersikap seperti orang lainnya, atau memperlakukan orang persis seperti mereka memperlakukan Anda, berupayalah untuk meningkatkan standar perilaku dengan teladan Anda. Putuskanlah siklus dosa itu dengan bersikap penuh integritas, terlepas dari apapun yang dilakukan orang lain.

Regards

Laut Sinaga

Wednesday, February 4, 2009

DIA MATI


 

Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. Daniel 6:5)

 

Apakah jadinya jika musuh-musuh Anda berupaya mencari setiap informsi untuk merusak nama baik Anda? Bagaimana jika mereka mengikuti Anda untuk melihat dimana Anda melewatkan waktu Anda? Bagaimana jika mereka menyadap telepon Anda dan menguping setiap percakapan Anda? Bagaimana jika mereka memeriska rekening Bank Anda untuk melihat dimana Anda  membelanjakan uang Anda? Bagaimana jika berka mewawancarai teman sekelas Anda atau teman sekerja Anda, mencari seseorang yan benci kepada Anda? Apakah mereka akan menemukan informasi yang memalukan?

 

Itulah yang ingin dilakukan oleh musuh-musuh Daniel. Mereka sangat ingin menggali bukti yang memberatkan Daniel untuk membuatnya kehilangan pekerjaannya. Namun tak ada yang perlu ditakutkan Daniel. Mereka tak dapat menemukan apapun karena tak ada kesalahan yang dapat mereka temukan. Hal paling buruk yang dapat mereka laporkan hanyalah bahwa ia banyak berdoa!

 

Ada kebebasan luar biasa jika kita menjalani kehidupan yang bersih. Hal itu akan meniadakan keharusan menyimpan rahasia atau menguatirkan apa yang mungkin terungkap. Hal itu meniadakan cengkraman rasa bersalah terhadap hati nurani Anda. Mungkin Anda pernah melakukan hal-hal yang, jika terungkap, akan membuat Anda malu. Walaupun Anda tak dapat mengubah masa lalu Anda, Anda dapat memulai awal yang baru hari ini. Mintalah agar Allah mengampuni dosa-dosa dimasa lalu Anda dan menolong Anda memulai hidup dengan integritas penuh. Setiap kali Anda menghadapi suatu keputusan yang dapat dipertanyakan, tanyakanlah kepada diri sendiri begini: "Akankah aku malu jika apa yang akan kulakukan ini diketahui umum?" Jika Anda memilih untuk menjalani kehidupan yang suci, Anda akan menikmati kebebasan luar biasa yang menyertainya.

 

Regards

 

Laut Sinaga

NAMUN SEANDAINYAPUN TIDAK....

Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." Daniel 3:17-18

 

Akankah Anda tetap mempercayai Allah...Jika? Jika Anda meminta sesuatu kepada-Nya dan jawaban-Nya adalah tidak? Jika saudara perempuan Anda meninggal karena penyakit yang mematikan? Jika orang tua Anda bercerai? Apakah iman Anda hanya kuat ketika segalanya sesuai dengan kehendak Anda, atau apakah Anda tetap percaya kepada-Nya sekalipun segalanya tampaknya berantakan?

 

Daniel memiliki tiga orang teman bernama Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Ketiganya memiliki beberapa kesamaan: Pertama, namanya aneh. Kedua, masing-masing telah membuat komitmen kepada Allah bahwa terlepas dari apapun yagn diperbuat orang lainnya mereka akan tetap setia kepada Allah. Mereka tidak tawar menawar dengan Allah: "Tuhan, jika Engkau membuat kami aman.." atau "Tuhan, jika Engkau membiarkan kami melihat orangtua kami, kami akan mengikuti-Mu". Melainkan, mereka berjanji untuk mentaati Allah terlepas dari ganjaran-ganjarannya.

 

Mereka segera mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kesetiaan mereka. Raja mengeluarkan perintah bahwa semua orang dalam bangsa itu harus memuja sebuah berhala yang terbuat dari emas. Intinya, ia meminta mereka untuk meninggalkan Allah dan memuja dewanya! Musisi-musisi sang raja langsung bermain, kerumunan orang banyak itu langsung menjatuhkan dirinya memuja dewa sang raja. Demi menyenangkan Nebukadnezar. Ketiga teman Daniel tetap berdiri. Sang raja menghimbau kepada ketiga pembangkang itu dan memberikan kesempatan terakhir untuk mematuhi perintahnya dengan melupakan iman mereka. Mereka tetap berdiri tegak. Nebukadnezar menjadi sangat marah!

 

Karena pembangkangan mereka, mereka dilemparkan ke dalam dapur raksasa. Sementara budak sang raja menaikkan temperatur tujuh kali lipat dari biasanya, sang raja menyuruh para pembangkang itu diikat. Ia bertekad untuk melenyapkan ketiga orang asing yang keras kepala ini. Lalu muncullah pernyataan iman yang mungkin paling besar dalam Alkitab: "Kami tau bahwa Allah mampu menyelamatkan kami jika Ia menghendaki-Nya. Namun entah Ia menyelamatkan kami atau tidak, kami akan tetap percaya kepada-Nya!" Itulah iman sejati. Iman bukanlah didasarkan pada mendapatkan apa yang Anda inginkan melainkan pada mengenal siapa Allah itu dan mempercayai kasih-Nya terlepas dari apa yang terjadi kepada Anda.

 

Regards

 

Laut Sinaga

 

NAMUN DANIEL


Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Daniel 1:8

 

Jika Daniel serius memeriksa fakta-faktanya, akan tampak seperti ini:

Fakta : ia jauh dari rumah, menghadapi pencobaan untuk melakukan hal-hal yang ia tahu salah

Fakta : Orangtuanya tidak akan pernah tahu apakah ia tunduk kepada pencobaan.

Fakta : Kebanyakan temannya berbuat dosa dan mendorongnya untuk bergabung dengan mereka.

Fakta : Raja yang paling berkuasa dibumi ingin dia melupakan keyakinannya dengan imbalah kekayaan serta kekuasaan. Itu akan menjadi perubahan yang baik dari statusnya yang sekarang sebagai seorang asing di negara yang tidak bersahabat.

 

Fakta-faktanya tampaknya mengindikasikan bahwa demi kepentingannya sendiri, Daniel sebaiknya melupakan imannya dan menganut iman baru yang asing itu. Lalu datanglah kata 'namun'. "Namun Daniel" membuat komitmen dalam hatinya untuk tidak mengkompromikan imannya kepada Allah, tak menjadi soal seberapa menggodapun situasinya dan tidak menjadi soal seberapapun harga yang harus dibayarnya karena ketaatannya kepada Allah.

 

patut direnungkan, bukan? yang lain kok boleh berbuat sesukanya...Ibu dan Ayah juga tidak akan pernah tahu...Ada imbalannya lagi, jika aku ikut arus..Namun...Aku telah membuat komitmen untuk tidak mengkompromikan agama Kristianiku, apapun yang diperbuat orang itu. Seberapapun harga yang harus kubayar, apapun yang mungkin dipikir atau dikatakan orang lain, apapun risikonya, aku akan tetap setia kepada Allah. Anda harus memutuskan apakah Anda akan setia kepada Allah terlepas dari bahkan apapun yang dilakukan teman-teman Anda. Allah akan memberkati kesetiaan Anda, sama seperti Ia memberkati Daniel karena kesetiaannya.

 

Regards

 

Laut Sinaga